Rabu, 24 Maret 2010

Jenis jenis kayu furnitur

Mengenal Jenis-jenis kayu untuk furniture.

Dulu furniture dibuat dengan menggunakan kayu utuh tanpa sambungan agar lebih kokoh karena ketabalannya. Karena persediaan kayu yang terbatas kemudian orang membuat furniture dengan menggunakan kayu yang disambung-sambung. Sekarang kayu semakin langka sehingga limbah kayu pun dimanfaatkan dan diolah menjadi kayu lapis, MDF, HDF, particle board baru kemudian dibuat menjadi furniture.

Sampai saat ini furniture kayu merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam rumah tangga. Dari kursi, meja, tempat tidur, tempat penyimpanan bahkan cabinet di dapur pun menggunakan furniture berbahan kayu. Untuk mendapatkan kualitas dan harga yang anda inginkan, ada baiknya anda mengenal jenis material kayu beserta kelebihan dan kekuranggannya sebelum memutuskan untuk membuat atau membeli furniture.

Kayu Solid

furniture-kayu-solid

Kayu solid merupakan bahan terkuat dan paling tahan lama dibandingkan kayu olahan. Namun persediaannya terbatas sehingga harganya pun sangat mahal. Proses pengerjaannya pun membutuhkan keterampilan yang khusus. Pengeringan harus sempurna untuk mengindari sifat muai susut kayu. Kayu yang biasa dipakai di Indonesia untuk furniture adalah kayu jati, kayu nyatoh, dan kayu sungkai dan beberapa jenis kayu lainnya seperti mahoni, pinus, ramin dan cedar.

kayu-jati-copy

Kayu jati merupakan kayu yang paling banyak diminati karena kualitasnya, ketahanannya terhadap kondisi cuaca, tahan rayap, dan seratnya yang menarik. Kayu ini merupakan kayu kelas satu yang banyak diolah menjadi furniture berkelas. Jenis furniture ini pun sangat diminati oleh penduduk mancanegara sehingga permintaan eksport selalu meningkat dari tahun ke tahun.


Warna kayu jati adalah coklat muda, coklat kelabu hingga coklat tua kemerahan. Sekalipun keras dan kuat kayu ini mudah dipotong dan dibentuk. Agar keindahan serat dan urat kayu terlihat alami, finishing nya bisa menggunakan politur, melamik atau PU (polyurethane).

kayu-sungkai-copy

Kayu sungkai kini semakin popular penggunaannya sebagai pengganti kayu jati yang mahal. Seratnya lebih lunak dan warnanya pun lebih terang dari kayu jati. Kayu sungkai cocok untuk furniture dalam ruangan. Walaupun harganya lebih murah dari kayu jati tapi masih lebih mahal dari pada kayu nyatoh.

Kayu nyatoh biasa disebut kayu jati muda yang banyak terdapat di propinsi Riau. Serat kayunya berwarna coklat muda dengan guratan yang khas. Kayu ini juga tahan terhadap serangan rayap dan tahan lama.

Kayu lapis ( plywood )

plywood-copy

Kayu lapis merupakan kayu olahan yang biasa kita kenal dengan sebutan tripleks atau mutipleks. Kayu lapis dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi. Ketabalanya bervariasi dari mulai 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasannya 244 x 122 cm. Ketebalan plywood menentukan kekuatan dan kestabilannya.

Jenis kayu ini paling banyak dipakai sebagai material pembuat kitchen set, lemari, meja, dan tempat tidur. Oleh karena plywood mempunyai permukaan polos dan tidak memiliki serat yang khas maka kadang perlu diberi pelapis tambahan seperti venner(irisan kayu tipis) PVC ataupun melaminto. Harga kayu lapis lebih murah dari kayu solid tapi lebih mahal dari kayu olahan lainnya.

Blockboard

blockboard-copy

Blockboard merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil ( sekitar 2.5 - 5 cm ) yang dipadatkan dengan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah lembaran menyerupai papan. Ketebalannya bisa 12 mm, 15 mm dan 18 mm dan luasannya sama dengan multipleks.

Blockboard biasanya dibuat dari kayu lunak sehingga tidak sekuat plywood. Harganya pun sedikit dibawah plywood. Jenis block board yang banyak tersedia adalah teakblok (memakai lapisan venner kayu jati). Cukup baik untuk membuat rak, cabinet ataupun kitchen set.

Kayu MDF ( Medium Density Fibreboard )

mdf-copy

MDF terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan ataupun bamboo. Ini membuat MDF lebih ramah lingkungan. Bentuknya berupa papan atau lembaran yan siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Versi yang lebih padat dan lebih kuat dikenal dengan HDF (High Density Fibreboard).

MDF sangat fleksibel sehingga mudah dibentuk. Ukuran dan kekuatannyapun konsisten. Namun karena memakai bahan kimia resin, MDF lebih berat dari Plywood dan particle board. Di pasaran MDF memiliki jenis finishing yang sangat berfariasi dari cat kayu, venner, PVC, HPL ataupun paper laminate. Warna dan motifnya pun dapat dibuat sangat beragam

Furniture yang memakai bahan MDF biasa dipakai untuk furniture praktis yang diproduksi masal oleh pabrik. Sistem knock down digunakan hampir di semua industry furniture dengan menggunakan dowel (batang kayu atau plastic kecil) atau connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang dengan mudah.

Particel Board

particle-board-copy

Particle board terbuat dari partikel sisa pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu kecil, serpihan kayu dan bahan kimia resin yang direkatkan dengan tekanan tinggi dan kemudian dikeringkan. Prosesnya kurang lebih hampir sama dengan MDF hanya bahan MDF lebih halus dan seragam sedangkan partikel board lebih kasar dan tidak beraturan.

Harga particle board paling murah diantara kayu olahan lainnya. Musuh terbesarnya adalah air sehingga mempunyai keterbatasan dalam pemakaiannya di rumah tangga. Jika bahan ini basah maka kekuatannya akan hilang. Selain itu particle board juga dapat melengkung jika menahan beban berat.

Dalam proses finishingnya particle tidak bisa di cat atau di coating karena teksturnya yang kasar. Sehingga untuk menutupi permukaannya dipakai lapisan veneer, laminate atau fancy paper laminate yang direkatkan. Berhati hati juga karena partikel board tidak bisa digabungkan memakai paku atau sekrup biasa. Biasanya pabrik menggunakan semacan perekat atau sekrup khusus untuk menginstal furniture berbahan particle board.

source: www.rumahide.com

Finishing furnitur bag 1

Pilihan Material Finishing untuk furniture kayu

Lapisan terluar kayu membutuhkan finishing. Selain untuk membelikan nilai estetika yang lebih baik pada furniture juga untuk menutupi beberapa kelemahan kayu dalam hal warna, tekstur dan ketahanan kayu terhadap benturan dan keadaan cuaca.

Ada beberapa pilihan material untuk finishing tergantung pada selera dan type permukaan kayu. Cara pengaplikasiannya pun bisa berbeda beda. Dilihat dari jenis material pada dasarnya ada 2 jenis finishing untuk kayu dan produk kayu olahan.

Finishing non transparan

Material ini 100% menutupi permukaan kayu dan menyembunyikan tampak aslinya. Bentuk fisiknya dapat berupa cat, lembaran atau rol.

Cat duco mempunyai banyak pilihan warna. Dari warna pastel, natural, maupun warna-warna yang mencolok. Cocok untuk furniture modern, minimalis dan juga furniture anak. Harganya relative mahal dan bila sudah dicat, serat asli tidak bisa dikembalikan lagi. Dapat diaplikasikan dengan spray (semprot) atau menggunakan kuas. Dengan kemajuan teknologi dan design sekarang ini motif pun dapat dibuat dari cat. Seperti motif batu, marmer, motif pecah seribu ataupun motif silver, tembaga dan emas.

hpl-copyFinishing yang berbentuk lembaran atau rol ada bermacam macam seperti veneer (lapisan tipis kayu asli), laminate( bisa HPL atau paper fancy laminate), Taconsheet, dan PVC(polyvinyl carbonate). Bentuknya lembaran atau rol yang direkatkan di permukaan kayu dengan menggunakan lem khusus. Finishing ini banyak dipakai untuk menutupi permukaan kayu olahan seperti Playwood, MDF, ataupun particle board.

Finishing transparan ( Clear finish)

Clear finish biasanya berbentuk cairan dan paling banyak digunakan pada furniture kayu. Sifatnya lebih fleksibel dan cocok untuk finishing berbadan lebar ataupun permukaan yang melengkung. Jenis material finishing dan cara pengaplikasiannya pun sangat bervariasi seperti oil, politur, melamine, nitro cellulose (NC), Polyurethane (PU), dan waterbased lacquer.

Oil merupakan jenis finishing paling sederhana dan mudah aplikasinya. Oil akan meresap ke dalam pori-pori kayu dan mencegah air untuk keluar masuk. Cara aplikasinya dengan menyiram, merendam atau melumuri kayu dengan oil. Cara ini tidak akan melindungi kayu goresan atau benturan fisik lainnya.

solid-wood-furPolitur biasanya berbentuk serpihan atau batangan yang kemudian dicairkan dengan alcohol atau ada juga yang siap pakai dengan proporsi alcohol yang tepat. Politur diaplikasikan dengan memakai kain yang dipoles secara berkala pada permukaan kayu. Finishing ini dapat dilapis ulang jika sudah memudar secara berkala.

NitroCellulose atau NC terbuat dari bahan resin NC yang dicampur dengan thinner. Bahan ini membentuk lapisan film yang tahan air namun belum kuat untuk menahan goresan ataupun benturan fisik. NC diapilikasikan dengan spray( semprot) dengan alat bertekanan udara ataupun memakai kuas.

Melamine memberikan lapisan film yang lebih tinggi daripada NC. Permukaan kayu sangat halus karena pori pori tertutup. Bahan ini lebih sulit untuk dilapis ulang dan akan berbau menyengat setelah aplikasi. Ada 2 pilihan finishing yaitu doff dan gloss. Dapat diaplikasikan dengan spray ataupun memakai kuas

Polyurethane atau PU merupakan jenis finishing yang paling tebal lapisan filmnya. Sehingga tampilannya yang seperti lapisan plastic membuat kayu menjadi tidak alami. Daya tahannya terhadap panas dan air sangat baik membuat PU cocok untuk furniture eksterior.

Waterbased lacquer menggunakan pencair air murni dan resin yang tertinggal di permukaan kayu. Lapisan ini tahan air dan goresan. Lebih disukai oleh para konsumen dari eropa.

(source: www.rumahide.com)

Jumat, 12 Maret 2010

Furnitur Jepara

Meja Makan Set
  • Model :
  • Dimensi :
  • Material : kayu jati
  • Finishing :
  • Harga : Rp. 6.000.000 (termasuk biaya kirim - jabodetabek)
  • Delivery: 1,5 - 2 bulan





Meja Tamu Set

  • Model :
  • Dimensi :
  • Material : kayu jati
  • Finishing :
  • Harga : Rp. 6.000.000 (termasuk biaya kirim - jabodetabek)
  • Delivery: 1,5 - 2 bulan